Kualat sama Viano

743 Kata

H-1 menjelang hari Minggu. "Coba bilangin, bisa mikir nggak, sih, dia? Saya ini mau ajak ketemu hari Minggu karena mau kasih hadiah. Tapi, itu anak susahnya minta ampun buat diajak. Segala alasan mau pergi sama Kevin." Ivan ada di depannya mendengar terus menggangguk. Kebiasaan bosnya, kalau marah tidak pakai jeda. Bikin yang dengar ngap-ngapan. "Kamu jangan ngangguk aja, Van." "Berarti saya kudu geleng-geleng?" Viano mendelik. "Kasih solusi apa, gitu!" Viano merapikan rambutnya. Sampai tadi malam, dia masih dapat balasan 'tidak' dari Nesta. Bikin jengkel! "Ya udah, Pak, hadiahnya dikirim aja pakai kurir. Beres, 'kan?" "Ya nggak bisa. Nanti kalau rusak gimana?" "Ya ampun, Pak, celana dalam mah nggak bakal rusak," Majukan badan Viano mengetuk meja, sambil memelotot bilang, "Saya n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN