Mampus, Kevin datang. Ketebak, pasti dia dengar semua yang Viano bilang. Memang reseh. Kalau saling sikut begini, bisnis di Indonesia kapan mau maju? Usaha pribumi, kalah saing terus. Target 3% pengusaha di negara plus enam dua, entah kapan bakal tercapai. Sikap berlebihan Viano, kumat lagi. Sekarang, pakai pegang kepala segala, seakan-akan dia yang paling pening dalam kasus ini. 'Kan, harusnya Nesta. "Manajemen toko ini buruk. Banget!" Pakai ditandaskan pula, soal keburukannya. "Pantes aja sepi." Kevin meminta maaf. "Saya pemilik toko ini." "Pemiliknya?" Viano terkejut. Nesta melihat eksprresinya, bersorak dalam hati, mensyukuri Viano yang tertangkap basah gosipi orang. Eh, tidak tahunya .... "Baguslah kalau kamu yang punya, toko. Saya punya banyak keluhan di sini." Kesongongan ya

