"Sayang…," Selepas memanggil, Cavara langsung menghampiri sang suami yang baru keluar dari kamar mandi. Benar, Albert dan dirinya sudah resmi menjadi sepasang suami-istri sejak dua minggu lalu. Acara resepsi baru digelar malam ini. Dan, baru saja selesai sekitar dua jam yang lalu. Dipandang sosok gagah Albert tengah bertelanjang d**a sembari terus berjalan menghampiri pria itu dengan dua kaki jenjang melangkah cukup cepat. Wajah memanas karena pemandangan otot-otot perut sempurna suaminya. Dan, sudah pasti Albert menyadari kekagumannya. Pria itu tersenyum bangga. Bahkan, merentangkan tangan. "Kemarilah, Sayang. Aku ingin memelukmu." Cavara terkekeh senang. Kepala dianggukan. "Apa yang kau bilang? Kau ingin memelukku? Hanya itu saja?" "Tentu tidak hanya memelukmu. Aku kira kau sudah ta

