"Astagaaa!" seru Amanda sembari meringis sakit karena menerima remasan pada lengan dari sang kembaran. "Berhenti! Sialan kau, My Twinnn!" Amanda berseru lagi dengan lebih kencang. Kekesalannya semakin bertambah. Delikan maut sudah dilemparkan pada sang kembaran. Ia juga telah menjauhkan diri agar cengkraman segera bisa diakhiri. Namun, tak cukup membuahkan hasil. Albert masih memegang kuat. Bahkan tambah dikuatkan. Rasa perih pun menjadi-jadi. Ringisannya pun masih keluar. "Yahh, berhentiii sekaranggg! Kasar sekali kaauuu!" Albert dengan penuh kesengajaan memamerkan lebih lebar lagi seringaian di wajah. Bertujuan agar saudarinya kian jengkel. Cara terampuh memancing amarah dan juga emosi Amanda. Permainan yang selalu akan menarik bagi dirinya. Hitung-hitung untuk pembalasan dendam. "L

