Kita Harus Menikah!

1010 Kata

Kia memeluk amplop putih berisi hasil pemeriksaan dari dokter beberapa saat yang lalu, saat ini dia sedang berada di seberang rumah Devan, rumah itu masih terkunci karena sepertinya lelaki itu belum pulang. Sementara itu, hari sudah beranjak menuju senja. Kia tidak berani masuk ke dalam rumah lelaki itu, itu hanya akan membuat Devan murka kepadanya. Jadilah dia hanya menunggu. Dia ingin segera menyampaikan berita ini kepada Devan. Tapi di satu sisi, dia juga memikirkan tentang pamannya. Pasti pamannya akan sangat kecewa atau mungkin akan marah kepadanya dan yang lebih membuat dia merasa takut adalah pasti pamannya akan sangat kecewa jika tahu bahwa lelaki yang menghamilinya adalah Devan yang selama ini tak lagi terjamah kabarnya oleh keluarga mereka. "Tapi aku harus menyampaikan berita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN