"Mau apa kau kemari, b******n?! Kau mau membuat onar di kediamanku?!" Paman Benny berseru lantang, turun dengan kemarahan meluap. Devan tertawa, melihat musuhnya mendekat, dia mulai mengarahkan pistol yang dia punya. Paman juga tak tinggal diam, lelaki itu segera mencabut pistol yang terselip di pinggang penjaga rumahnya. "Ayo, siapa duluan yang akan mati!" desis Devan sambil menyeka darah di ujung bibirnya. Kia menjerit, dia histeris. "Tidak, tolong hentikan! Tante, hentikan Paman! Devan, tolong berhenti!" Tak ada yang menggubris seruan Kia. "Mau membalas dendam bukan? Ayo, aku sasaranmu, anak muda, bukan puteriku. Dia tidak bersalah. Tapi aku juga tidak akan serta merta menyerahkan diriku kepadamu. Kau pikir aku bodoh?" Paman tertawa smirk, Devan melakukan hal yang sama. Sa

