Nampaknya sudah begitu mantap keinginan Kia untuk pergi dari rumah Devan. Hari ini, dia membungkus semua bajunya, mengepak semua pakaiannya ke dalam sebuah koper. Semakin hari, sakit hatinya kian menggunung, daripada terus memelihara racun lebih baik segera membuangnya dan pergi. Langkah Kia mantap, menapaki jalanan dengan menyeret koper itu begitu selesai bajunya tersimpan. Dengan perut besar yang membuatnya sedikit kelelahan berjalan cukup jauh untuk menunggu sebuah taksi, akhirnya beberapa saat kemudian sebuah taksi berhenti tepat di sampingnya. "Jalan, Pak." Supir segera menginjak gas, membawa Kia pergi dengan kegamangan hati yang masih tergambar jelas. Tapi dia sudah tidak kuat, sudah merasa cukup mengorbankan semua hal. Oke, baiklah, Kia juga bisa melakukan hal yang kerap dilakuka

