Kia suka setiap kali memasuki waktu tidur, sebab akhir-akhir ini, di tengah kebimbangan, rasa kecewa juga perlakuan tak adil suaminya, dia seringkali bermimpi indah tentang mereka. Tentang kehidupan bahagia yang akan dijalaninya bersama Devan dan anak mereka yang akan lahir. Seperti ketika akhirnya terbangun pagi ini. Dia bisa merasakan sisa senyum karena mimpi indah yang sempat menyambangi tidurnya. Namun, setelah terbangun, dia sadar bahwa semuanya hanyalah mimpi, sebuah angan yang hanya ada di dalam ingatan. "Van?" Kia beranjak dengan susah payah. Usia kehamilan semakin tua dengan perut yang semakin membesar membuatnya harus sedikit bersusah payah untuk mengajak diri agar tak malas dan hanya rebahan saja. Tak ada suara atau sahutan, sunyi. Rumah Devan yang asri itu terasa selalu s

