"Devan, aku ingin bicara denganmu." Kia menahan langkah Devan yang hendak ke kamar mandi. Lelaki itu baru saja kembali dari rumah di seberang, dari kediaman Zeva sekarang. Lelaki itu menghentikan langkah lalu melirik Kia sekilas. Ia tampak acuh tak acuh, baru saja hendak kembali melangkah, tetapi Kia menarik pergelangan tangannya. Langkah pria itu kembali terhenti. "Ada apa, Kia? Aku ingin segera mandi. Kalau mau bicara nanti saja!" "Terlalu lama aku akan menunggu, Van, sementara kata-kata sudah berada di ujung lidahku. Kau harus mendengarku bicara kali ini." Devan akhirnya benar-benar berhenti, dia membalikkan tubuh lantas mendiamkan Kia beberapa saat sebelum akhirnya kembali berbicara. "Oke, katakan yang penting-penting saja." "Semuanya penting, Van." "Ya sudah, bicara sek

