Cinta dan Bodoh Memang Beda Tipis

1216 Kata

Kia keluar dari kamar perawatan Devan setelah lelaki itu tertidur. Nampak raut kelelahan masih tergambar ketika mata yang kerap menatapnya tajam itu mulai terpejam. Kia memang tak langsung menjawab panggilan telepon dari tantenya tadi, itu akan membuat Devan berang. Jadi sekaranglah saatnya dia menelepon balik. Dengan hati-hati, dia mulai menyambungkan panggilan, pada panggilan ketiga barulah diangkat. Suara tantenya yang menyahut terdengar lega. "Syukurlah, kau menelepon Tante. Bagaimana kabarmu, Sayang?" "Baik, Tante. Bagaimana dengan Paman? Sudah lebih baik kan? Sudah kembali ke perusahaan kah?" "Tentu sayang. Tante sengaja meneleponmu tadi sebab paman yang memintanya, karena kata paman, sekarang kau jarang sekali mau mengangkat teleponnya." "Maafkan aku, Tante, aku sama sekali t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN