Devan menyibak tirai, ia baru saja terbangun. Hari ini ada apel pagi bersama kesatuannya. Rutinitasnya seperti biasa, harus pergi ke kantor dan melaksanakan apel pagi. Ia kini berdiri di depan cermin, baru saja melihat penampilannya yang sudah rapi dengan seragam. Tampak gagah, begitu mendamba bagi siapa saja yang memandang. Setelah rapi, Devan bergegas keluar tapi kemudian berhenti setelah melihat sesuatu terlihat di atas spreinya yang ternoda. Devan menarik segaris senyum sinis, ternyata semalam dia telah melakukannya bersama seorang perawan. Ia kira, Kia sama saja seperti perempuan lain, apalagi perempuan itu sudah lama menetap di luar negeri, pasti sedikit banyak itu akan mempengaruhi pergaulannya juga. Namun, ternyata dia salah. Apa yang dia duga, tidak sesuai. Sesungguhnya, semal

