HPL

1007 Kata

Suara cicit burung terdengar merdu, Kia melihatnya sedang bertengger manis di sebuah pohon yang tumbuh di belakang rumah mungil Kia. Kia tersenyum sembari terus memetik tanaman kangkung yang rencananya akan dia masak hari ini. Kemarin, Kia membeli beberapa potong ikan segar dari seorang nelayan yang baru saja naik ke darat. Sudah dua hari mak Santi tak terlihat, sempat pamit katanya mau ke kota mengunjungi sanak saudara. Kia kesepian, tapi perempuan paruh baya itu meyakinkan Kia bahwa sore ini dia sudah akan tiba di desa. "Kia?" Kia mendengar sebuah seruan di depan rumahnya. Ia segera berdiri dengan susah payah dari posisi jongkok karena menahan perut. "Siapa?" seru Kia sambil berjalan ke depan, memutari rumah dari halaman belakang. "Pak Restu." Kia tersenyum, melihat siapa yang ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN