"Van, kenapa belum pulang?" Kalimat itu selalu Kia tanyakan dalam pesannya setiap kali Devan pulang terlambat. Meski tak pernah dibalas, meski Kia tahu Devan mengabaikannya, tapi sebagai seorang istri, dia juga tidak akan menyerah untuk terus bertanya, untuk terus melakukan pendekatan. Malam ini, Kia sudah memasak. Makanan yang lezat sudah dia hidangkan di meja makan. Harap-harap cemas menunggu kepulangan suami tercinta yang selalu mengabaikannya. Satu jam berlalu dari waktu makan malam, Kia masih menyiapkan sabar. Dua jam berlalu, dia masih mencoba menahan. Hingga empat jam berlalu dan makanan itu telah dingin, Kia akhirnya tertidur dengan kepala tertelungkup di atas meja, bertumpu pada lengannya. Pukul setengah dua belas malam, Kia terbangun mendengar suara deru mobil di depan. Kia

