"Mau kemana, Van? Kau tak makan siang? Ada jatah makananmu sudah dibagikan tadi." Devan menoleh sesaat, melihat rekan-rekannya sedang makan dengan lahap. Perutnya sama sekali tak lapar saat ini. "Tidak, kalian makan saja dulu. Aku masih ada urusan. Dan apa kalian tahu dimana rumah ketua adat di sini?" "Pak Restu maksudmu?" "Ya, kalau tak salah namanya itu." Devan memang sempat lupa nama lelaki yang pernah ditemaninya menelusuri hutan dekat pantai waktu itu. "Ada di ujung desa ini, Van. Rumah panggung dengan banyak pohon di sekelilingnya. Juga banyak anjing di sana. Tapi kau akan menempuh jalan yang cukup jauh, pakai motor saja." Devan mengangguk, dia memang ingin segera sampai ke sana jadi dia akan memakai motor yang memang sudah disediakan oleh kesatuan mereka. "Baiklah, aku pe

