======== 21 + ======= Dimas melempatkan dirinya di ranjang ukuran size king dan menatap langit-langit kamarnya dengan nanar. Rasa pusing menjalar begitu saja di kepalanya, rencananya gagal dan justru yang ada di pikirannya saat ini adalah Anggi. Sejak kejadian di kantor, ia benar-benar tak melihat Anggi bahkan nomernya saja tidak aktif. Sekali lagi ia mengambil ponsel yang ada di saku celananya. Memencet nomor Anggi dan menempelkan benda pipih itu di telinganya. Terhuhung! Nomor Anggi aktif tapi tak ada jawaban di ujung sana. Entah, apakah perempyan itu sangat marah padanta atau bagaimana, hingga beberapa kali tetap saja tidak asa jawaban. Jujur saja, ia tidak rela jika Anggi benar-benar jatuh dalam pelukan Aditya. Tunggu! Ia langsung mendudukan dirinya di tepi ranjangnya. Karena emos

