Pagi yang cerah menyambut hari Aditya dengan sempurna. Bahkan ia sudah bersiap untuk berangkat kerja sebelum matahari itu benar-benar bertengger di singgasananya. Tampak Anggi masih tertidur di ranjang miliknya, membuat Aditya pun tersenyum menatap perempuan yang ia cintai kembali dalam pelukannya. Hingga, beberapa saat kemudian Anggi mulai mengerjapkan matanya. Ia melirik ke arah jendela yang memancarkan cahata mentari yang mulai menunjukkan keagungannya. Ia mendadak terbangun dan menatap Aditya yang tengah merapikan vestnya dan mengancingkan lengan kemejanya. "Mas Adit, udah mau berangkat ya? Maaf Mas, aku telat bangun. Duh maaf ya Mas," ujar Anggi tak enak hati. "Gak papa Anggi. Saya juga sengaja gak bangunin kamu, biar kamu istirahat dan cepet sembuh, nanti siang saya jemput kamu,

