Aditya melangkah menyusuri koridor lantai sembilan itu dengan wajah yang sumringah. Kesalah pahaman yang terjadi antara dirinya dan Sandra otomatis berakhir sejak diikrarkannya hubungan antara dua orang kepercayaannya itu. Itu artinya, Aditya tidak akan lagi mendapat gangguan untuk memiliki Anggi seutuhnya. "Hallo, Sayang," sapa Aditya ketika melewati meja sekretaris sekaligus wanitanya itu. Anggi sontak terkejut saat Aditya memanggilnya seperti itu. Ia langsung melirik ke arah kanan dan kirinya berharap tidak ada yang mendengar sapaan Aditya barusan. "Hustt! Mas jangan sembarangan gitu dong!" "Memangnya kenapa, Sayang? Kalau ada yang tau, mending sekalian dibuka kalau kamu ini sudah menjadi wanita milik saya. Bukan begitu?" "Histt Mas ah! Gak lucu tauk bercandanya. Oh iya gimana sam

