"Pak Dimas?" Anggi benar-benar terkejut melihat Dimas yang berada di lingkungan apartemen ini. Ia tak menyangka akan bertemu dengan pria ini lagi setelah pengakuan yang teramat menyakiti hatinya tempo lalu. Ia berusaha melepaskan genggaman tangan Dimas karena bisa saja Aditya tiba-tiba muncul. "Pak Dimas lepaskan! Pak Dimas mau apa?" "Anggi, aku tidak bisa melupakanmu. Kamu kembali ya sama aku, tinggalkan Aditya," pinta Dimas spontan yang membuat Anggi membulatkan netranya. "Enggak! Aku gak mau!" "Anggi aku mohon. Aku minta maaf tentang waktu lalu yang memanfaatkanmu karena dendamku. Tapi aku sadar, aku tidak bisa kehilangan kamu Nggi." Dimas mulai memelas di depan Anggi agar tujuannya memiliki Anggi tercapai. Genggaman tangan Dimas pada tangan Anggi sangatlah erat, ia sampai meng

