Beberapa menit kemudian Anggi mulai mengerjapkan matanya. Kesadarannya berangsur-angsur pulih. Ia menyapu pandangannya dan berhenti pada sosok Aditya yang tampak menelungkupkan kedua tangannya di wajahnya tepat di sisinya. "Mas Adit," panggil Anggi lirih. Sontak Aditya menoleh ke sumber suara itu dengan segera. "Anggi, kamu sudah sadar? Syukurlah, mana yang sakit? Apakah ada yang luka? " Anggi menggelengkan kepalanya, ia berusaha duduk. "Kamu mau ngapain? kamu tidur saja dulu,istirahat." "Aku sudah gak papa Mas." Anggi langsung memeluk Aditya yang berada di sisinya. Ia menangis lagi di pelukkan Aditya kala mengingat kejadian yang baru saja terjadi. "Mas aku takut. Aku takut sama Pak Dimas," desis Anggi. "Kamu tenang saja ya Nggi. Dimas sudah ditangkap oleh polisi, dia tid

