MO || BAB 43

2244 Kata

Aditya berdiri di tempat ini, tempat yang sangat indah melebihi keindahan di seluruh dunia. Tapi tempat indah seperti di depannya justru membuat ia bingung, tak mengerti mengapa hanya dirinya yang menikmati tempat seperti ini. Luasnya savana dengan tanaman ilalang membentang seluas samudera membuat siapa pun pasti terpana oleh keindahannya. Ia melirik ke sekitarnya dan pandangannya berhenti pada sosok perempuan yang mungkin sangat ia kenal. Ia lantas berjalan sedikit cepat ke arah perempuan yang berdiri membelakanginya dan ... "Dinda? Ini benar kamu? Aku gak mimpi 'kan? Kamu --" "Kak Adit, tempatmu bukan di sini. Kembalilah Kak. Banyak yang menunggumu." Dinda tersenyum tepat saat ia menolehkan pandangannya pada Aditya. Wajah itu, wajah cantik dan natural yang selalu Dinda tunjukkan da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN