MO || BAB 42

2777 Kata

Pagi yang cerah menyambut pagi Aditya dan Anggi, walaupun kemacetan sudah menjadi pemandangan Kota Jakarta di setiap jam-jam tertentunya. Tapi, kali ini tak menjadi masalah bagi Aditya. Pria itu pun mengarahkan mobilnya menuju ke suatu tempat sesuai apa yang ia janjikan tadi. Sementara Anggi yang sedari tadi memerhatikan Aditya, agak sedikit heran dan banyak sekali pertanyaan dalam benaknya karena Aditya mengarahkan mobilnya ke sebuah pemakaman umum di daerah Jakarta. Beberapa saat kemudian, Aditya menghentikan mobilnya tepat di tepi jalan pemakaman. Pria itu kini terdiam sejenak dan mengeratkan genggamannya di setir mobilnya. Mengehla napas panjangnya kemudian turun dari mobilnya di ikuti oleh Anggi yang sedari tadi menyimpan pertanyaan pada tujuan pria itu. Namun, ia tak bisa mengung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN