Kebahagiaan yang tak pernah mampu diungkapkan dengan kata-kata lagi masih memenuhi relung hati Anggi. Malam ini rasanya ia tak akan pernah memikirkan siapa pun lagi selain Aditya. Air matanya masih mengalir, air mata yang sarat akan rasa bahagia dan haru. Aditya mulai menangkup wajah Anggi dengan kedua tangannya, mengusap air mata Anggi dan kembali menatap mata meneduhkan itu. "Hei sudah, jangan menangis lagi. Harusnya kamu senang, jangan menangis." "Mas Adit jahat! Bikin aku nangis terus!" tutur Anggi sembari menyeka air matanya sendiri. Sebenarnya ia malu menunjukkan air matanya di depan Aditya. Tapi memang perasaannya saat ini hanya bisa di ungkapkan melalui air mata bahagia. "Maafin saya, jangan nangis ya. Saya tadi kan bilang ingin membuatmu bahagia. Kalau nangis terus, saya g

