===========18+============ Senja telah menunjukkan atensinya sore ini. Langit nampak sangat indah dengan sentuhan warna jingga bercampur biru mengagumkan. Aditya tengah merenggangkan badannya setelah cukup lama ia berdiam menatap laptop berlogo apel itu demi memeriksa beberapa deret angka dan huruf yang setiap hari menyambutnya. Namun, nampaknya kegiatan bersantai itu tak mampu bertahan lama ketika sosok perempuan masuk ke ruangannya dengan membawa sebuah dokumen di pelukannya. "Pak, ini data terakhir yang perlu Pak Adit tanda tangani," ucap Anggi sembari meletakkan satu buah dokumen di map bening pada Aditya. Aditya mengembuskan napas panjangnya. Ia benar-benar sudah muak dengan dokumen-dokumen pekerjaan itu. "Kamu bisa bawain ke rumah saja 'kan? Biar nanti di rumah saja saya periksa

