=========WARNING 21+ ======== Pukul 10 malam, di sebuah ruangan berdominasi warna putih dan abu gelap di imbangi meja kayu yang dipernis mengkilat, Aditya duduk di kursinya. Pria itu masih bergelut dengan dokumen-dokumen yang harus segera ia periksa. Rutinitas tentang pekerjaan kembali lagi merayap ke daftar kegiatannya. Ia sesekali memijit kepalanya dan tengkuknya jika ada dokumen yang menguras pikirannya serta membuat tengkuknya turut merespon rasa pegal. Di depannya ada Anggi yang masih setia menemaninya dan bergelut juga dengan laptopnya, memperbaiki setiap laporan yang salah dan mengatur kegiatan pria di depannya. "Aduh! Mas, Mas Adit. Aku ke kamar mandi dulu ya," ucap Anggi buru-buru sambil memeluk perutnya yang melilit. "Heem, Iya Nggi," ucap Adit tanpa memerhatikan Anggi dan

