Hari berganti malam, Aditya tak lagi memikirkan ucapan konyol Anindya tadi pagi. Sesekali ia memerhatikan anaknya dari lantai atas yang diasuh oleh Anindya di lantai bawah. Ia membiarkan perempuan itu mengurusnya, bukannya Aditya tak ingin turut andil, hanya saja lagi-lagi sisi gengsi dalam dirinya begitu tinggi. Ia ingin sekali membantu mantan istrinya mengurus Evan, hanya saja kejadian waktu itu di mana ia dipisahkan secara hukum oleh anak kandungnya membuat Aditya meradang, membuatnya emosi jika mengingat semua hal buruk tentang Anindya. "Mas, sana gih ke bawah. Ajak si siapa? Evan ya ... ajak Evan gih, dia kan anak Mas Adit," ucap Anggi yang tiba-tiba berada persis di sisi Aditya. "Saya tidak mau!" "Kenapa Mas?" tanya Anggi penasaran. Aditya menghela napasnya dan kemudian m

