bc

TERJEBAK CINTA AGEN RAHASIA

book_age18+
9
IKUTI
1K
BACA
billionaire
HE
mafia
blue collar
bxg
brilliant
secrets
like
intro-logo
Uraian

Levine Alfaro adalah seorang pengusaha yang sukses dan tampan, ia banyak disukai oleh wanita-wanita cantik. Akan tetapi, ia malah jatuh cinta dengan pembantunya sendiri bernama, Nina. Saat cintanya semakin dalam, Nina menghilang, kebenaran baru terungkap bahwa Nina bukanlah wanita biasa.

chap-preview
Pratinjau gratis
Menjadi Penari Erotis
Marina Beach Club 01:20 Sepuluh orang wanita berbikini naik ke panggung membuat suasana semakin semarak, para pria yang sedang minum-minum di bar pun turun ke lantai dansa. "Ini yang gue tunggu dari tadi!" seru seorang pria. Dj mulai memainkan musiknya yang menghentak, sepuluh wanita itu menggoyangkan tubuhnya dengan gerakan erotis yang membuat pengunjung pria menahan napas. Lima orang pria dengan setelan jas mahal baru datang, dua diantaranya membawa koper kecil berisi uang dengan total satu miliar rupiah. Kelima pria itu disambut oleh pemilik Marina Beach Club dengan hangat, mereka langsung dipersilahkan naik ke lantai dua yang merupakan ruangan VVIP. Suasana semakin meriah, musik semakin menghentak. Para pengunjung dan penari di atas panggung semakin bersemangat apalagi saat kesepuluh wanita seksi itu turun dari panggung, semua berebut ingin berjoget bersama dan tentunya curi-curi kesempatan untuk menjamah. Salah seorang penari diam-diam menyelinap naik ke lantai dua ia menunju ruang VVIP yang berada diujung lorong, di depan ruang VVIP ada empat penjaga berbadan besar, mereka juga bersenjata. Penari itu menggunakan kemolekan tubuhnya untuk menarik perhatian para penjaga. "Aww ... Tuan-tuan bisa tolong aku." Si penari pura-pura terjatuh. Keempat penjaga itu saling tatap, kemudian serempak mendekati sang penari. "Ada apa?" tanya salah satu penjaga yang memiliki badan paling tinggi. "Kakiku sepertinya terkilir," jawab si penari. Penjaga itu memegang kaki jenjang si penari dan memijatnya dengan lembut, si penari mendesah membuat keempat penjaga menelan ludah, tatapan mata mereka terfokus pada tubuh si penari. "Bisa tolong bawa aku ke sana." Jari telunjuk si penari menunjuk ke sebuah ruangan di sebelah ruang VVIP. "sepertinya aku butuh istirahat, kalian mau menemani kan sebentar aja." Si penari yang bernama asli Samantha itu mengedipkan sebelah matanya. Keempatnya kompak mengangguk, mereka berebut ingin memapah Samantha. Ketika sudah berada di dalam ruangan, Samantha mengeluarkan senjata dari dalam sepatu boots-nya berupa pisau kecil yang sangat tajam. Pisau itu mengenai pipi keempat penjaga, mereka mengerang kesakitan. keempatnya terkejut dan baru menyadari bahwa wanita yang dihadapan mereka bukanlah wanita biasa. "Siapa kau sebenarnya?" tanya penjaga yang badannya paling besar. "Pencabut nyawa kalian!" jawab Samantha sambil menyeringai. Keempat penjaga bersama-sama menyerang Samantha, tetapi Samantha dengan mudah menghindar, bahkan melukai keempatnya, ia melakukan serangan yang membuat keempat penjaga tidak berkutik, salah satunya sampai tak sadarkan diri. Ketiga penjaga mengeluarkan senjata api, tetapi belum sempat digunakan Samantha menendang tangan ketiganya hingga senjata api mereka terlempar. Ketiganya terpaksa menyerang dengan tangan kosong, Samantha dengan lincah menghindar dan menangkis serangan mereka, bahkan membalas serangan mereka. Salah satu penjaga mengambil vas bunga dan melemparkannya ke arah Samantha, wanita berbibir sensual itu melompat dan menendang d**a penjaga itu dengan kencang, sampai-sampai darah keluar dari mulut penjaga itu. Kedua penjaga yang tersisa melongo, nyali mereka sudah ciut melihat dua rekannya pingsan dengan luka yang parah. Samantha tersenyum dan dengan gerakan kilat ia menghajar keduanya sampai pingsan. "Gede badan doang," gumamnya. Samantha mengambil senjata api milik keempat penjaga dan pisau kecil miliknya. Dua senjata api ia sembunyikan dibelakang punggung, sisanya diselipkan di sepatu boots-nya. Ia keluar dari ruangan dan menuju ruangan VVIP. BRAAK! Samantha menendang pintu hingga terbuka, semua orang yang berada di dalam tercengang. "Pesta telah berakhir, saatnya kalian pulang!" Samantha menembaki semua orang yang ada di ruangan VVIP. Beberapa orang meninggal di tempat, sisanya memberikan perlawanan dengan membalas tembakan Samantha. Samantha melompat ke belakang sofa, dua senjata apinya sudah habis, ia mengeluarkan senjata api lainnya. Ia muncul dari balik sofa dan menembaki sisa orang-orangnya. Samantha kehabisan peluru lagi, ia melempar dua pistol yang telah kosong, laku bersembunyi di balik meja kayu. Masih ada tiga orang musuh, terpaksa harus bertarung dengan tangan kosong. Ketiga orang tersebut mendekati tempat persembunyian Samantha, wanita berusia dua puluh tujuh tahun itu mengeluarkan dua pisau kecilnya dan bersiap menyerang. Wanita perkasa itu menghitung mundur. "Satu ... dua ... tiga!" Samantha melempar dua pisaunya, satu pisau mengenai leher, satunya mengenai kening yang membuat keduanya mati ditempat. Sisa satu orang lagi menembaki Samantha, tetapi wanita itu bisa menghindar dengan bersembunyi dibalik meja. Meja yang terbuat dari kayu jati itu telah berlubang di sana-sini tidak aman lagi untuk bersembunyi. Beruntung pistol orang itu kehabisan peluru. Samantha mendorong meja ke arah orang itu, orang itu terjatuh, tapu dengan cepat bangkit lagi. Ia dan Samantha bertarung dengan tangan kosong. Samantha terkena dua kali pukul dan satu kali tendang dibagian perut, ia memegangi perutnya yang terasa nyeri. Samantha yang kesal, menyerang orang itu dengan mengerahkan seluruh kemampuannya. Samantha berhasil meninju d**a orang itu, hingga menyemburkan darah. Orang itu memegangi dadanya, napasnya tersengal-sengal. "Jangan bunuh aku," lirihnya. "Okey. Katakan siapa yang punya obat-obatan terlarang ini!" Samantha menarik kerah kemeja orang itu. "T-Tuan Levine," jawab orang itu dengan terbata-bata. Samantha mendorong tubuh orang itu hingga terjerembab di lantai. Ruangan itu sangat berantakan, pecahan kaca berserakan di lantai bercampur dengan darah. Sofa, meja, dan semua pajangan hancur. Samantha mengambil ponsel salah satu korban tewasnya malam ini, ia menghubungi atasannya memberitahu bahwa misi berhasil. *** Braak! Seorang pria tampan menggebrak meja kerjanya dengan keras. Ia sangat marah karena mendapatkan kabar bahwa transaksi obat-obatan terlarang miliknya gagal, ia rugi miliaran rupiah. Pria itu semakin marah mengetahui yang membuat transaksinya gagal adalah seorang wanita. "Bodoh semua! Sama satu wanita kalah, memalukan," omel pria bernama lengkap Levine Alfaro itu. "Dia bukan sembarang wanita, Tuan," kata Ben yang merupakan orang kepercayaan Levine. "Memangnya siapa dia?" Levine penasaran. "Namanya Sam agen khusus yang ahli dalam penyamaran, bela diri, dan penggunaan senjata api, dia yang mengobrak-abrik markas GPM di Papua dengan menyamar sebagai Ibu-ibu warga lokal disana," urai Ben. "Bagaimana dengan latar belakang pendidikan atau keluarganya?" "Tidak ada yang mengetahuinya, Tuan." Ben memperlihatkan rekaman CCTV saat Sam menyerang Marina Beach Club. "Dia menyamar sebagai penari erotis, rambut pirang dan dikepang, tahi lalat di atas bibir, dan berkulit putih." Levine serius memperhatikan bagaimana Sam menghabisi orang-orangnya yang sedang bertransaksi obat-obatan terlarang dengan klien dari timur tengah. Dia melakukannya dengan cepat dan terukur, dia menghabisi dua puluh lima pria bersenjata dalam waktu kurang dari satu jam. Levine tertarik dengan sosok Sam, ia memerintahkan Ben mencari informasi lebih banyak tentang Sam. "Ehm ... sepertinya bakalan susah karena semua informasi tentang dia terbatas, Tuan," kata Ben. *** Sam sedang memecahkan rekor untuk dirinya sendiri, dua hari yang lalu ia berhasil melakukan plank selama dua jam dan hari ini ia berhasil melakukannya selama dua jam setengah, sebenarnya bisa saja lebih andai Blowy tidak menggangunya. Kucing kampung itu mengeong terus-menerus meminta makan. "Ahh, kamu ganggu aja, Blowy." Sam menuangkan makanan kucing ke wadah khusus. Kucing berwarna orange putih itu makan dengan lahap. Sam pun ikut sarapan dengan dua buah kentang dan telur ayam rebus. Ponsel wanita berambut cepak itu berdering, keningnya mengernyit saat melihat nama penelepon di layar. "Halo, Sam. Apa kabar? Bagaimana liburannya?" sapa si penelepon. "Langsung katakan saja siapa target dan misinya." Samantha tidak suka berbasa-basi. "Levine Alfaro." ***

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
43.3K
bc

Kali kedua

read
221.1K
bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.0K
bc

Pulau Bertatahkan Hasrat

read
641.2K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook