Bibit kesabaran akan menghasilkan buah yang indah. *** Enam bulan telah berlalu, mengasingkan diri di Negeri Sakura nampaknya merupakan keputusan yang paling tepat. Gue terfokus pada perkembangan Tasyi dan bermain bersama Mbak Nares, mencoba melupakan kegagalan yang sudah berlalu dan mencari sudut pandang baru akan sebuah hubungan. Kalau kalian menyangka setelah putus dari Kak Kavin gue menjalin kasih sama Mas Rillo, kalian salah. Kami tidak pacaran. Namun kehadirannya tidak pernah absen setiap harinya. Rindu yang menyiksa dari hubungan jarak jauh kami bisa terselamatkan dengan adanya fasilitas video call. “Gi, kamu belum berniat pulang?” tanya Mbak Nares di suatu pagi. Gue mengangkat bahu, di sini memang nyaman namun gue sadar gue tak bisa selamanya bersembunyi di sini. “Rillo gima
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


