Bibir mereka hanya menempel saja. Tidak sampai lumat-lumatan atau bermain lidah di dalam mulut. Namun semua itu sukses membuat Zahra seperti patung hidup karena tidak percaya apa yang dilakukan Badai tadi. Bibirnya dicium Badai, ini bukan khilaf, tidak sengaja, atau mimpi 'kan, Pemirsa? Hanya sekilas saja, kemudian Badai melepaskan bibirnya dari bibir gadis yang dicintainya. Entah ajaran atau cara darimana mendengar Zahra kesal dan mengomel tidak jelas, malah mencium bibirnya. Yang pasti, dia masih sadar, kok. Tidak lagi mabuk apalagi khilaf. Mau bagaimana lagi, dia sedang cemburu dan kesal, tapi gadis yang dicintainya tidak mengerti juga. Melihat bibir Zahra yang masih terbuka, membuatnya terkekeh kecil. "Masih mau Kakak cium?" tanyanya dengan senyum geli. Sadar mendengar suara Badai

