Badai menatap wanita dengan pandangannya yang sendu dan kecewa. Wajar, perbuatan yang dia lakukan pada adik iparnya jelas benar-benar tega. Yup, wanita yang sedang menatapnya seperti itu adalah istri sang atasan. Sepertinya akhir-akhir ini dia akan terus berhadapan yang keluarga Zahra dan Salwa. Kita hadapi satu persatu ya, ini memang bakalan berat. Apalagi sang atasan bilang, dia tidak menganggap keluarga Hadiutomo ada. "Bu," ucap Badai seraya menunduk. Indah tidak menjawab, langsung berjalan saja sembari mendorong kereta bayi ke ruangan suaminya setelah supir keluarga mereka datang membawa bekal makan siang hari ini. Dia memang sedang menunggu beliau, makanya berdiri tidak jauh dari ruangan sang suami. Kebetulan sekali Arfiq baru saja keluar dari ruangan. Dia mencoba seperti biasa.

