Sekarang Badai sedang duduk di kursi kerjanya. Pikirannya sedang bercabang dan belum menemukan titik terang. Entah takdir mana yang akan membawanya nanti. Maksudnya, apakah dia akan berakhir dan menikah dengan Zahra atau Salwa. Pilihan yang cukup berat, padahal sang ibu sudah memberikan restu hubungannya dengan Zahra. Namun, ayah dari gadis berkerudung itu, tidak mau tahu keputusannya, dan malah mengancam akan memenjarakan sang ibu. Lantas apakah dia harus mengorbankan perasaannya dan perasaan Zahra? Beruntung sang atasan tidak memberikan banyak kerjaan hari ini. Kalau iya, bisa keteteran karena pikirannya sedang kacau balau sekarang. Masih ke bapak Salwa, dia tidak menyangka ada orangtua seperti itu. Harusnya melindungi, malah menjadi sumber masalah. Harusnya menyayangi malah menyik

