Dinginnya angin malam ini, sama sekali tidak mempan bagi tubuh Badai Prayoga. Dia malah pengen menjadi seperti embusan angin yang datang sebentar, lalu pergi ke tempat lain. Tidak memikirkan apapun, hanya terbang kemanapun mengikuti alur. Jika kepala manusia layaknya sebuah balon, mungkin sudah meletus beberapa hari yang lalu. Tidak kuat menampung, karena terlalu dipaksakan udara yang masuk. Kepalanya benar-benar terasa ingin meledak. Hari-hari yang dia jalani sekarang kenapa sangat lah berat, dan menyesakkan di d**a. Belum selesai masalah satu, sudah datang masalah baru. Bu Yuni menatap prihatin sang anak yang sedang duduk seorang diri di bangku depan rumah mereka. Malam sudah larut, namun anak semata wayangnya masih betah di situ, tidak masuk ke kamar beristirahat. Alasannya, jelas be

