18

1827 Kata

Lamia menghela napas panjang. Ekspresinya tidak pernah berubah sejak dia menyalakan tablet dan saat layar tablet berubah gelap total. Lamia menaruh tablet itu di atas nakas, memejamkan mata menahan lelah. Tulip Agnia memainkan kakinya yang menyilang di atas sofa saat Woodie Lily menurunkan ponsel pintarnya. Menatap Lamia miris. "Keduanya sama sekali tidak bisa menjawab tentang kasus Alana. Aku berharap Hiro bisa menjawabnya secara rinci dan bukan hanya mengumpankan Alana pada Roose Abe begitu saja." Agnia mendengus pelan. Menatap Lily dengan alis terangkat. "Apa yang kau harapkan dari si Cornell Bodoh Hiro?" Sungut Agnia jengkel. "Dia hanya membaca skrip sebelum dia maju ke podium untuk mengajak Abe berdebat." Lily menggelengkan kepalanya. Menatap Lamia yang memiringkan kepala dengan ra

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN