17

1335 Kata

Kedua tangan Nata terlipat di depan d**a. Matanya begitu lekat menatap televisi yang menyala. Menggambarkan betapa panasnya suasana di dalam sana yang terjadi antara dua kandidat kuat calon pemimpin Jepang di masa depan setelah masa kepimimpinan Presiden Kara selesai tahun ini. Cornell Hiro berulang kali mendapat tepuk tangan karena kepiawaiannya mencari celah lemah Roose Abe dalam menjawab beberapa pertanyaan sakral yang dilempar pembawa acara. Jurnalis senior itu bertanya dengan nada santun, tetapi intonasinya lugas dan menusuk. Dengusan Nata meluncur bebas. Dia melirik gadis yang terbaring di atas ranjang. Tampak lemah dan tak berdaya. Bibirnya menipis sebelum dia kembali berpaling, memfokuskan kedua matanya pada pemandangan menarik yang tersaji di layar televisi nasional Jepang. Sem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN