Nata tidak bisa menahan diri untuk tidak mengunyah permen karet di dalam mulutnya saat menemukan keluarga Agneli mengajak keluarga besarnya bertemu untuk membahas perihal yang amat tidak penting tentang pemilu dan semua omong kosongnya. Dia bisa melihat bagaimana gugupnya Roose Abe karena dia kalah di babak pertama melawan Cornell Hiro yang lebih muda dan minim pengalaman. Pastilah, harga diri pria itu terluka karena kesiapan mental dan fisik Abe lebih baik dari Hiro. Lalu, kematian Shion mengacaukan segalanya. Polisi memang sudah menutup kasusnya karena bayaran dari pendukung Abe atas perintah Lamia berhasil membereskannya. Tapi, belum diketahuinya siapa pembunuh gadis lacur itu membuat Abe tidak bisa tidur dengan nyenyak. Agneli Tenate berdeham saat tatapan matanya jatuh pada Roose

