21

2214 Kata

"Kau mau sarapan?" "Kopi atau teh?" Nata mengusap kedua matanya. Dia menatap gadis yang tengah berdiri di samping ranjang tidur. Ingatan Nata belum pulih, masih berbentuk samar-samar. Tetapi, senyum Lamia dan pakaian kebesaran gadis itu segera menyadarkannya dari mimpi. "Hei?" Sapa Lamia lembut. Nata mengerjap sekali lagi. Dia mendongak, menatap kamar yang sedikit gelap karena tirai-tirai belum terbuka. Pagi sudah menjelang, tetapi matahari belum sepenuhnya naik. "Kau sudah bangun?" Lamia memiringkan kepala. Mengerjap dengan ekspresi bingung saat Nata beranjak duduk di atas ranjang. Menunduk ke bawah dan menyadari dia masih telanjang di balik selimut tebal. Ekspresi Nata berubah pias. Dari datar menjadi sedikit lebih malu. Dia berdeham dan senyum Lamia melebar menatap raut wajahnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN