Andai saja

1043 Kata

"Kenapa tuh si Niko, tiba-tiba mukanya di tekuk gitu?" Tanya Lusi sambil terus memperhatikan langkah Niko yang hendak keluar pintu kelas. "Udahlah, biarin aja, mungkin dia lagi kebelet ke toilet," jawabku sekaligus mengusir rasa gusarku yang belum juga mau menghilang. "Masa tampang kebelet kayak gitu?"Tanya Lusi lagi dan membuatku menarik napas lelah, "kalian nggak lagi krnapa-napa kan?" Lanjutnya sembari menatap menyelidik ke arahku. "Eh... emang gue kenapa? Enggak kok... enggak ada apa-apa," sanggahku sembari menghindari kontak mata dengannya. Lusi masih menatapku curiga, "yaelah, Lo mikir apa sih?" Sergahku. "Enggak... enggak apa-apa, ngomong-ngomong Lo cocok juga tau sama Niko." "Ih... apaan sih, siapa juga yang mau sama cowok jahil dan kepo kayak dia." "Tapi dia lumayan cakep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN