Client pertama

1036 Kata

Akhirnya aku memilih untuk tidak memberi balasan lagi pada Lusi. Untuk apa? Aku benar-benar tidak tahu dengan perasaan ku saat ini, ya... mungkin benar, aku masih menyimpan rasa untuk kak Axel, dan ada rasa tidak nyaman ketika sahabat ku sendiri ternyata juga menyukai orang yang sama, tapi... bukan kah itu hak nya? Aku tidak boleh egois hanya karena lebih dulu mengenal kak Axel, lagipula, kak Axel bukan sispa-siapa ku. Jadi lebih baik semua perasaan ini aku pendam aja sendiri meskipun sakit. "It's oke kalau Lo belum mau terbuka," ucap Lusi berusaha untuk menenangkan ku. Aku menghela napas berat sembari memejamkan mata sejenak kemudian mengangguk pelan. Aku tidak pernah menduga, jika urusan hati lebih rumit dari soal mate-matika yang tidak pernah aku sukai. Aku hanya bisa berdo'a, semog

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN