Lo itu Siapa?

1008 Kata

Pulang dari kantor, entah apa yang membuat ku segila ini hingga nekad datang ke toko roti Unyil dekat kampus Maya, hanya untuk mengintai Maya dan kak Axel yang sedang memiliki janji. Okay, kalian boleh menyebutku penguntit, atau mungkin paparazzi. Tapi bukan crazy ya wkwkwk Tapi yang pasti saat ini aku sudah duduk manis di meja dekat pintu masuk toko, dengan dandanan mirip seorang penguntit, aku memakai sweter Hoodie warna hitam dan mengenakan tudungnya hingga menutupi separuh wajah ku. Anggap saja aku sedang latihan jadi agen. Iya kan? Aku juga membawa serta laptopku, dan tujuan ku kemari tidak hanya untuk mengintai, melainkan mendapatkan Wi-Fi gratis untuk menyelesaikan tugas kuliah ku. Walaupun bagaimanapun, aku tidak mau rugi, membuang-buang waktu hanya untuk mengawasi mereka be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN