Gara-gara perkataan Niko, emosiku jadi berubah-ubah, dari jengkel, sedih, dan sekarang aku sangat ingin marah padanya. "Kalo Lo mau bagi Lo ke gue, ya enggak apa-apa sih, kan enggak boleh nolak pemberian orang," ucap Niko dengan santainya sembari menyisir rambutnya yang berantakan tertiup angin dengan jari-jarinya. Tapi di saat seperti itu, dia malah terlihat keren. Apa... apa? Apa barusan? Gue muji dia keren? Iuuhh "Yee... mau Lo!" "Lo juga mau kan?" Katanya dengan tatapan penggoda. Dih Punya insting pebinor (perebut bibi orang) keknya nih orang Eh... tapi emangnya gue udah jadi bini orang? "Iya... gue mau, mau nyakar Lo!" Sergahku kesal. "Dih... galak banget sih jadi cewek, ntar manisnya ilang loh!" Anjir... dia bikin gue salting "Apaan sih Lo! Ngomong lagi gue lempar

