Sahabat

1006 Kata

Sebelum tante Bule membuka pintu untuk keluar dari kamarku, dia kembali menoleh ke arahku. "Eh... Vay!" "Ya..." Aku mendongak melihat ke arahnya. "Tadi cowok Lo juga nitip bunga, tuh!" Tante Bule menunjuk ke arah buket bunga yang terletak di meja belajarku dengan dagunya. Aku ikut menoleh dan ku dapati satu buket mawar merah yang masih segar. "Oh... makasih ya, Tante." Tante Bule sedikit tersenyum kemudian menarik kenop daun pintu dan pergi keluar. Aku berjalan ke kamar mandi, membasuh wajahku dan menggosok gigi. Ketika aku kembali ke kamar, buket bunga dari kak Axel menarik perhatianku. Aku meraihnya dan menghirup aromanya dalam-dalam. Ah... sangat harum. Di sela-sela tangkai bunganya, ada kertas kecil terselip disana, itu seperti semacam post it note. Hei! Cepet sembuh ya?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN