Belum rela untuk melupa

931 Kata

Aku merebahkan diriku di ranjang, Niko membantuku menarik selimut hingga ke leher, laku dia duduk di sisi ranjang. Kemudian menepuk-neouk pelan tanganku, sambil menggumamkan lirik lagu yang ku putar malam hari sebelum tidur. Dan akhirnya, sebelum lagu itu terselesaikan oleh suara lembutnya, aku jatuh dalam bunga tidurku, di antar oleh bisikan yang bergetar indah di telinga. "Mimpi indah, ya, Vay!" *** Pagi ini aku kuliah, di antar Niko dengan jendela mobil terbuka, membiarkan angin pagi lolos masuk menyentuh kulit wajahku. Kali ini Niko membawa mobil, karena agar aku nyaman selama di perjalanan, katanya. Sebenarnya aku masih sangat lemas, tapi aku juga tidak suka jika harus libur kuliah lama-lama. Kami berangkat jam 7 pagi kurang sepuluh menit, namun cahaya matahari sudah bersinar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN