Pergi ke danau

1025 Kata

Aku bangun dari posisi menelungkup saat bel pulang berbunyi. Menghentikan gerakan tangan yang sejak tadi memainkan gelang berhias bintang-bintang kecil pemberian kak Axel. Aku melirik Lusi di sampingku yang sudah rapi membereskan semua peralatannya dan memasukkannya ke dalam tas kemudian memanggulnya dengan semangat. Begitu juga dengan teman-teman yang lain, sepertinya mereka semua sudah tidak sabar untuk keluar kelas. Aku memasukkan semua peralatan belajarku ke dalam tas, gerakan ku sangat lambat, terbukti dengan decakan tidak sabaran Lusi. Aku menoleh ke arahnya, dan dia menatapku seolah seperti ada Ariana Grande yang nyasar duduk di sebelahnya. "Muka Lo kok pucet banget, Vay?" Tanyanya panik. "Dan badan Lo juga panas," lanjutnya setelah menempelkan punggung tangannya di dahiku. Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN