Beberapa menit kemudian Niko kembali dan duduk persis di sampingku. "Adem ya pemandangannya?" "Hem..." Gumamku tanpa menoleh ke arahnya, mataku masih fokus menatap ke depan, menatap air danau yang tenang, serta pemandangan orang-orang yang naik perahu bebek-bebekan. "Lo mau juga?" Tawar Niko kemudian. Aku menoleh ke arahnya dan menggeleng pelan, "nggak ah, gue kan lagi lemes, pasti nggak kuat ngayuh," jelasku. "Ya... nggak apa-apa, Lo nggak perlu ngayuh, Lo tinggal duduk manis aja biar gue yang ngayuh." Pungkasnya dan membuatku tersenyum kecil seraya menggeleng. "Nggak--nggak usah," tolakku halus. Niko mengangguk dan tak ingin mendesakku lagi, lalu kami kembali terdiam.dalsm keheningan, aku sibuk dengan pikiranku sendiri, begitu juga dengan Niko. "Vay," "Ya...." "Seneng nggak?"

