"Gue masih enak diem disini, si Vaya tuh katanya mau pulang," jawab Lusi sambil nyengir lebar ke arahku. "Oh, kalo gitu ayok pulang bareng!" Niko mengulurkan tangan kanannya ke arahku, berniat membantuku bangkit dari atas rumput. Untuk beberapa saat, aku hanya memandanginya yang mengambang di udara. Bingung, ingin menerima uluran tangan itu atau menolaknya. "Ya ampun, lama banget sih, Vay," dan Niko sudah meraih tanganku. Membantuku bangun, lalu menepuk-nepuk bagian kepalaku yang sedikit kotor di jatuhi daun pohon akasia yang kering. "Kita pulang duluan ya, Lusi!" Pamit Niko yang di balas anggukan semangat dari Lusi. Dih napa dia yang seneng Aku balas menatap Lusi dengan ekspresi sedikit jengah, dia hanya terkikik kecil sambil melambaikan tangannya padaku. Niko berjalan di sampingk

