BAB 14 KMJN

1856 Kata

Hazel mencekal tangan Aginos yang hendak beranjak dari kasur. “Tuan…” suaranya lirih, nyaris bergetar. Aginos hanya menatapnya tajam, tapi tidak menyakitinya. Itu hal baru bagi Hazel — sebuah ketegasan yang dingin, tapi tanpa kekerasan. “...bisakah kau menemaniku,” lanjut Hazel, menunduk pelan. Sunyi. Hanya suara angin lembut yang menyelinap dari balik jendela, menggoyangkan tirai tipis. Lama, hingga akhirnya Aginos membuka suara dengan nada rendah yang dingin, “Apa kau sadar ucapanmu itu?” Hazel mengangguk perlahan. “Aku ingin kuat seperti yang tuan perintahkan. Tapi nyatanya… sekali rapuh, akan tetap rapuh.” Ia mendongak, berani menatap mata Aginos yang hitam kelam itu. “Tuan… apa yang mereka inginkan dari b***k bodoh dan lemah sepertiku? Alagar, apa yang mereka mau? Aku sudah mere

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN