Pukul tiga dini hari adalah hal yang bisa Jingga ketahui karena petugas jaga malam tengah menabuh tiang listrik sebagai penanda dan sebagai peringatan agar masyarakat tidak terlalu lelap dalam tidur mereka. Sudah sekian puluh menit ia terjaga sejak kepala dan matanya jadi korban keganasan nyonya Jingga Galang Hutama yang sepertinya tidur amat lelap, mengabaikan fakta bahwa saat ini, ada seseorang yang memandanginya tanpa mengalihkan perhatian ke arah lain. Tangannya masih menggenggam jemari-jemari Seruni. Di awal-awal tautan tangan mereka, yang dilakukan oleh Jingga adalah memeriksa jari-jari Seruni yang sebelum ini dia tahu, dipenuhi oleh banyak luka. Tangan Seruni tidak sehalus jemari Lusiana. Beberapa bahkan sedikit kapalan di beberapa tempat. Jingga bisa menemukan kalau di tempat ter

