Kisah Dirga dan Ailee

795 Kata
"Terus???" Tanya Nara penasaran karena Dirga tiba-tiba menghentikan ceritanya. Dirga terdiam sejenak, dia terlihat kebingungan. "Kenapa???" Nara jadi ikut kebingungan melihat Dirga. "Kok aku agak lupa ya??" Dirga menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal, mengisyaratkan kalau dia berusaha mengingat sesuatu. Dirga sendiri kebingungan, seperti ada potongan-potongan memori yang hilang di kepalanya. "Aku gak ingat.." Jawab Dirga pada Nara yang masih sangat penasaran dengan kelanjutan ceritanya. "Kok bisa gak ingat.." "Ya aku mana tahu, tiba-tiba saja jadi gak ingat begitu. Yang aku ingat mobilnya gak bisa dikendalikan sama kak Delio dan akhirnya terjadilah kecelakaan.." Jelas Dirga "Ck kamu ini, hal penting begini kenapa tidak ingat sih.." Gerutu Nara. "Ya bukan mauku juga untuk lupa.." Nara sibuk mendebati anak tirinya itu yang entah apa yang terjadi padanya sampai tidak bisa mengingat kejadian yang baru berlalu beberapa hari itu. Perdebatan keduanya akhirnya terhenti setelah seseorang masuk dalam kamar rawat inap Delio. "Selamat pagi Ayah, Mami..." Sapa Ailee sambil membawa keranjang buah. "Pagi Ailee.." Nara balas menyapanya dengan tersenyum. Dirga hanya menatap Ailee sejenak kemudian mengalihkan pandangannya.  Ailee tahu, Dirga belum bisa menerima fakta yang ada sekarang tentang dirinya yang sudah menjadi tunangan Delio. Ada perasaan terkhianati dihati Dirga saat Ailee lebih memilih kakaknya ketimbang dirinya. Bukan tanpa sebab Dirga berperasaan demikian, meski ketiganya tumbuh dewasa bersama, namun keakraban Dirga dan Ailee jauh lebih kuat dibandingkan dengan Delio, mengingat Delio yang usianya lebih tua lima tahun dari mereka membuatnya tidak memiliki banyak waktu bermain karena sudah lebih dulu mendapat pendidikan formal di Sekolah. Berbeda dari Delio, Dirga yang seusia dengan Ailee membuat keduanya sangat akrab, mereka menempuh pendidikan dari kecil hingga remaja di sekolah yang sama, langkah kaki mereka selalu beriringan hingga tidak ada lagi yang disembunyikan dari keduanya. Sedari SMP teman-temannya sering menganggu Dirga dan Ailee dengan ejek-ejekan sebagai pasangan dan itu sudah menjadi konsumsi biasa bagi telinga Dirga maupun Ailee. Awalnya semua baik-baik saja dengan kata-kata gurauan teman-temannya yang seperti itu, sampai akhirnya Ailee menyadari perasaannya bahwa Dirga yang selama ini dilihatnya sebagai teman masa kecilnya ternyata sudah memiliki tempat istimewa di hatinya. Ada perasaan cemburu di hati Ailee saat melihat beberapa anak perempuan mendekati Dirga. Meski Dirga tidak merespon, namun tetap saja ada perasaan tak senang di hatinya melihat Dirga yang terus-terusan diincar oleh anak-anak perempuan di sekolahnya. Meski melibatkan ragu, Ailee akhirnya jujur pada perasaannya dan ia ungkapkan semua kerisauan hatinya pada Dirga. Jelas saja Dirga tidak menanggapi serius perkataan Ailee. "Ck.. kamu ini ada-ada saja, kamu ngerasa cemburu itu karena kamu terbiasa, aku cuman buat kamu saja. Kamu juga tahu kan kalau aku tidak suka dengan anak-anak perempuan itu.." Kata Dirga waktu itu. Namun ketegasan Ailee dalam menyampaikan perasaannya membuat Dirga sadar, bagaimana Ailee melihatnya selama ini bukan lagi sebagai temannya sedari kecil, melainkan seperti laki-laki yang layak untuk dia cintai. Kesungguhan Ailee dalam menyampaikan perasaannya membuat Dirga tersentuh. Perlahan tapi pasti Dirga juga mulai memiliki perasaan yang sama pada Ailee, tidak lagi melihat Ailee sebagai teman sedari kecil melainkan wanita yang dia cintai. Meski tanpa status, Ailee dan Dirga menjalani hari-hari mereka layaknya pasangan, menghabiskan waktu bersama dan saling menjaga perasaan satu sama lain. Bagi Dirga dan Ailee, status bukanlah hal penting asal mereka saling mengetahui perasaan satu sama lain. Hubungan keduanya berlanjut baik-baik saja, layaknya remaja yang sedang dimabuk cinta lainnya, mereka tidak henti-hentinya saling mengabari meski pagi hingga sore bahkan malam mereka memiliki waktu untuk bersama. Keakraban Dirga dan Ailee yang mereka perlihatkan pada semuanya tidak lagi mengundang tanya, bagi yang mengenal mereka itu bukan lagi hal yang harus dipertanyakan mengingat keduanya tumbuh bersama sedari kecil. Beberapa menyadari bahwa keduanya terlibat dalam perasaan cinta satu sama lain, namun beberapa juga berasumsi bahwa keduanya akrab seperti itu karena dibesarkan bersama sedari kecil. Hubungan antara Samuel dan orangtua Ailee sangatlah baik, sehingga bukan lagi hal yang tidak mungkin jika keduanya berniat menjodohkan putra putri mereka untuk mempererat tali persaudaraan diantara keduanya, dan itulah awal keretakan hubungan Dirga dan Ailee. Dirga selalu mengingat bagaimana saat Ailee mengungkapkan perasaannya, bagaimana ketulusan Ailee dalam mencintainya sehingga membuat hatinya luluh dan balas mencintai Ailee bahkan mungkin perasaan Dirga jauh lebih besar daripada perasaan Ailee. Dirga menuangkan semua perasaan cintanya, berusaha membuat Ailee senyaman mungkin dan menjadikan Ailee satu-satunya perempuan yang berhak atas dirinya, namun sepertinya itu tidak cukup untuk membuat Ailee yang awalnya sangat mencintainya bisa mempertahankan perasaan cintanya yang seperti itu. Dirga tidak pernah habis pikir, apa yang membuat pilihan Ailee itu tidak jatuh padanya. Selama ini yang dia tahu, Ailee hanya mencintainya dan dialah satu-satunya laki-laki yang akan menjadi pendamping Ailee kelak. Tapi hal itu sepertinya hanya ada dalam pikiran Dirga saja, karena pilihan Ailee membuktikan bahwa dia bukan lagi orang yang diinginkan Ailee untuk bersamanya. Masih kuat diingatan Dirga bagaimana saat dia mendebat Ailee mengenai pilihannya yang sedikit tidak masuk akal bagi Dirga itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN