Tentang Kecelakaan (2)

509 Kata
Riuh suara siswa-siswi SMA memenuhi tiap sudut sekolah. Jam istirahat memang adalah waktu yang paling ribut disekolah, beberapa siswa akan senang duduk didepan kelasnya dan membahas sesuatu sesuai hobby dan apa yang mereka senangi untuk dibicarakan. Dirga sedang duduk bersama teman-temannya, saling melempar candaan dan saling membully satu sama lain untuk memeriahkan percakapan mereka siang itu. Ting tongg.. Dirga menoleh tatkala satu notifikasi masuk, segera saja ia meraih ponselnya yang dia letakkan dalam saku celananya. "Kamu dimana? Masih disekolah?" Pesan singkat yang diterima Dirga dari Delio. "Ya iyalah aku disekolah, memangnya aku mau dimana lagi??" Gumam Dirga sembari mengetik balasan pesannya. "Kuliahku lagi free, aku jadi ingat kamu yang kepengen jalan.." Dirga beranjak dari duduknya. "Woyy kenapa Lu??" Tegur Rizam teman sekelasnya. Dirga diam sejenak sambil berfikir. "Zam, gue mau balik.." "Balik? Lu pikir Lu lagi nongkrong di cafe yang bisa asal pulang kalau Lu udah kepengen.." "Hais.. Gue ada keperluan mendadak.." Kata Dirga sambil mengetik balasan pesan untuk Delio "Yaudah ayo pergi sekarang..." "Gimana caranya Lu izin pulang, masih ada dua mata pelajaran lagi hari ini.." Kata Rizam mengingatkan. "Lu bilang aja kalau gue sakit.. Dan bentar lagi bakalan di jemput pulang sama kakak gue.." "Tapi kamu kan masih di sekolah.." Balasan yang Dirga dapatkan dari Delio. "Ck, kenapa ribet sih..?" Gerutu Dirga kesal melihat balasan pesan dari kakaknya. Ia kemudian kembali membalas pesan singkat untuk Delio. "Aku bolos aja deh sehari ini. Ayolah kak..." Bujuk Dirga. "Ck, sebenarnya aku ngebujuk kak Delio begini sih gak ada gunanya, dia pasti ngelarang.." Gumam Dirga hilang semangat. "Emang bisa cuman alasan seperti itu, terus boleh pulang?" Tanya Rizam memastikan ide konyol Dirga itu. "Yaudah deh kalau kamu kepengen banget, tapi kali ini saja ya??" Mata Dirga terbelalak menerima balasan pesan dari Delio, sambil mengucek-ucek matanya Dirga kembali ulang membaca pesan yang dikirim Delio. "Ini kak Delio seriusan???" "Apaan??" Rizam kebingungan melihat reaksi Dirga. "Pokoknya izinin gue, gue benaran mau pulang sekarang.." Seru Dirga sambil berlari menuju kelasnya untuk mengambil tas dan barang lain miliknya. "Jemput aku disekolah kak..." **** Angin semilir menyentuh lembut permukaan kulit Dirga ketika dia mengulurkan tangannya keluar dari mobil. Rasanya nyaman sekali dan sejuk, Dirga sangat menikmatinya.Sudah sangat lama Dirga merengek pada sang kakak untuk membawanya sekedar jalan-jalan, dan pemintaan itu akhirnya terwujud hari ini. "Hati-hati tanganmu, nanti ada pengendara lain yang lewat.." Dirga kembali menarik tangannya setelah mendapat teguran dari kakaknya. "Apa masih jauh??" Tanya Dirga. "Lumayan.. Lagian kamu kenapa tiba-tiba sih kepegen liat air terjun.." Tanya Delio sambil tetap fokus menyetir. "Ya bosan aja sama dunia perkotaan, aku butuh yang sejuk-sejuk.." Jawab Dirga. "Eh tapi kak, kok kakak tiba-tiba ngebolehin aku bolos???" Delio terdiam sejenak. "Hem.. Kenapa ya?? Ya karena kamu merengek terus buat jalan-jalan. Kali ini aku ijinin bolos karena aku gak yakin apa hari berikutnya aku masih ada waktu buat kamu.." "Maksud kakak..??" "Ah.. I itu, kan aku sibuk kuliah jadi aku gak selalu bisa luangin waktu buat kamu.." "Tapi kan.." "Kenapa? Kamu nyesel karena udah bolos? Mau balik aja??" "Ya gak lah..." Seru Dirga dengan nada sedikit tinggi. Delio hanya tersenyum.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN