Kenyataan pahit

1113 Kata
Meski malam semakin larut, namun kendaraan roda dua maupun roda empat masih begitu ramai memenuhi jalan. Kerlap-kerlip lampu malam menghias sepanjang jalan, membuat bulan diatas sana tidak bisa memamerkan cahayanya dengan sombong. Delio beranjak dari cafe tempat ia bertemu dengan Dirga sebelumnya, menuju ke cafe lain dimana Ailee sudah menunggunya disana. Sepanjang perjalanan, Delio terus-terusan memikirkan tentang bagaimana dia harus bersikap pada keadaan yang membuat dirinya berada ditengah-tengah adik dan tunangannya dalam masalah percintaan yang terbilang cukup rumit. Ada kekhawatiran dalam hati Dirga. Bagaimana jika akhirnya Ailee mengungkap perihal rencanya pada Dirga yang kemudian membuat Dirga akan menjadi bimbang nantinya. Atau bagaimana jika pada akhirnya Dirga benar-benar melepaskan Ailee meski sudah tahu menahu tentang rencana Ailee, itu akan membuat Ailee sangat terluka. Mobil berjenis coupe berwarna hitam metalik yang dikendarai Delio melaju lebih cepat dari sebelumnya. Setelah berkutat begitu lama dengan pikirannya, Delio akhirnya memutuskan langkah apa yang akan dia lakukan. Delio berniat memberi tahu Ailee perihal Dirga yang sudah membuka hati pada oranglain. Resiko terbesar yang mungkin terjadi adalah, Ailee akan jujur agar tidak kehilangan Dirga dan itu akan membuat Dirga bimbang nantinya. Namun menurut Delio, itu jauh lebih baik sebelum Dirga mengutarakan perasaannya pada Eliza. Saat ini, Delio maupun Dirga tidak tahu menahu tentang perasaan Eliza. Jika seandainya Eliza memiliki perasaan yanga sama pada Dirga dan keduanya memutuskan untuk menjalin hubungan spesial, maka boomerang yang akan datang adalah saat Ailee mengungkapkan kebenaran yang ada, tentang rencananya dan juga perasaannya pada Dirga. Kemungkinan setelah Dirga tahu kebenarannya, dia akan bimbang untuk terus melanjutkan hubungannya pada Eliza atau kembali pada Ailee, orang yang dicintainya dulu dan masih sangat mencintainya sekarang. Dan bila itu terjadi, maka hati yang paling terluka adalah, hati yang dimiliki Eliza.Eliza menerima Dirga, sedang Dirga bisa saja berbalik dan melanjutkan perasaannya pada Ailee. Jika Ailee mengungkapkan rencanya sebelum Dirga mengatakan perasaannya pada Eliza, maka tidak masalah kalau Dirga memilih kembali. Tidak akan ada Eliza yang terluka dan tidak akan ada keadaan dimana Dirga bimbang dalam memilih. Sebegitu kalut pikiran Delio, hanya karena dia mengetahui hal dari Ailee dan juga Dirga, membuatnya menjadi penengah yang harus bisa mengambil keputusan untuk kebaikan bersama. Dan keputusannya sekarang adalah pilihan yang terbaik yang bisa diambilnya. Delio tiba disebuah cafe, dimana Ailee sudah menunggunya didalam. "Maaf lama.." Kata Dirga mengambil tempat duduk di depan Ailee yang sudah menunggunya. "Tidak apa kak, aku yang minta maaf karena manggil kakak buat ketemu malam-malam begini.." "Gak masalah" Jawab Delio dengan tersenyum. "Kak bagaimana Dirga? Aku tahu, Dirga gak ada janji sama temannya, dia cuman gak mau dengar pembahasan Ayah kan??" Terlihat jelas dimata Delio bagaimana Ailee sangat khawatir saat ini. Delio hanya mengangguk mengiyakan perkataan Ailee. "Jadi dimana Dirga sekarang kak? Bagaimana dia sekarang?? Kakak dari ketemu Dirga kan tadi??" Delio kembali mengangguk. "Jadi..".. "Ailee.." "Iya?" "Apa kamu belum mau cerita tentang rencanamu ke Dirga??" Ailee terdiam sejenak meski pandangannya tidak lepas dari Delio. "Ke kenapa? Memangnya kenapa? Apa aku harus cerita itu secepatnya?" "Tidak ada gunanya menjalankan rencanamu ini tanpa sepengetahuan Dirga, Ailee. Perasaan Dirga bisa saja berubah, dia yang saat ini tahu kamu sudah gak cinta lagi sama dia, akan ngebuat dia lebih muda membuka hati pada oranglain.." "Gak, Dirga masih sayang sama aku kak. Dirga gak mungkin suka sama orang lain, aku tahu betul Dirga itu bagaimana.." "Kamu tahu Dirga yang sebelumnya, bukan yang sekarang" "Dirga gak berubah kak. Gak ada Dirga yang sebelumnya atau Dirga yang sekarang, Dirga masih saja sama seperti yang dulu.." Melihat Ailee yang begitu yakin akan Dirga yang masih mencintainya, membuat Delio sedikit bimbang untuk mengatakan kebenaran tentang Dirga yang sudah memiliki orang lain yang istimewa dihatinya. "Mau sampai kapan kamu menyembunyikan rencanamu ini dari Dirga.." "A aku.. Aku gak tahu, aku masih nyari waktu yang tepat buat ngebahas ini sama Dirga. Aku hanya gak mau, kalau Dirga tahu masalah ini, Dirga akan marah sama Ayah. Kakak tahu Dirga kan? Bagaimana kalau nantinya Dirga nekat ngomong ke Ayah, itu bakal ngebuat Ayah makin gak suka sama Dirga" "Ayahmu gak suka sama Dirga??" "Bukan. Bukan Ayah gak suka sama Dirga. Ayah suka sama Dirga, tapi lebih suka lagi sama kakak. Kalau Dirga datang dan ngomong sama Ayah, Ayah akan makin gak ngerestuin aku sama Dirga" "Itu bukan alasan buat kamu gak ngomong sama Dirga, Ailee" "Kak, aku bakal ngomong sama Dirga. Aku pasti cerita semuanya sama Dirga, aku hanya belum ketemu waktu yang pas saja. Lagian Dirga tahu atau gak rencana ini, Dirga tetap sayang sama aku kak, jadi..." "Gak.." Potong Delio. "Gak? Apanya??" "Ailee.." Delio menatap Ailee dengan dalam, tatapannya yang serius itu membuat Ailee terdiam dan sedikit bingung. "Dirga sudah bukan Dirga yang sebelumnya. Dia bukan lagi Dirga yang cinta sama kamu, perasaannya sudah berubah dan dia.." "Ka kakak ngomong apa sih.." Dengan gugup, Ailee menanyakan kembali apa yang dikatakan Delio, yang menurutnya itu bukan hal yang harus Delio katakan. "Dirga sudah punya orang lain dihatinya, bukan kamu lagi" Sorot mata Delio yang serius membuat Ailee sadar kalau Delio tidak sedang main-main. Perlahan mata Ailee mulai berkaca-kaca. Airmatanya mulai berkumpul di sudut kelopak matanya. "Ka kakak.. Ja jangan bohong, jangan main-main seperti ini hanya karena kakak mau aku jujur sama Dirga" "Aku gak main-main Ailee, perasaan Dirga benar-benar sudah berubah. Dia sudah punya oranglain yang dia cintai sekarang.." Airmata yang menggenang dipelupuk matanya, tumpah tanpa permisi membasahi pipinya. "Gak, gak mungkin.." Ailee masih menolak kebenaran yang dikatakan Delio. Pikirannya masih terlalu kuat membenarkan, hati dan perasaan Dirga masih miliknya. "Dirga pergi meninggalkan pertemuan tadi, bukan karena dia merasa terganggu dengan percakapan Ayah. Pertunangan kita sudah bukan masalah lagi bagi Dirga. Dia tidak lagi terganggu, karena dia sudah ikhlas melepasmu.." Meski pipinya sudah basah, namun Ailee masih berusaha menyeka airmata yang kembali keluar, mengingat dia sedang berada ditempat umum saat ini. "Ailee, perasaan itu bukan hal yang bisa permanen hanya karena awalnya terlalu kuat. Dirga bukan orang yang mati rasa pada oranglain hanya karena sebelumnya sangat mencintaimu dan hanya melihatmu saja. Saat dia sadar, kamu adalah hal yang mustahil untuk dia jangkau, dia memilih untuk mengikhlaskanmu dan memberikan tuan rumah yang baru bagi hatinya. Itu hal yang tidak bisa dipungkiri.." Begitu kuat keinginannya menolak apa yang dikatakan Delio, namun logikanya menangkap kebenaran dari apa yang dikatakan Delio. Ailee beranjak dari kursinya, berbalik dan berjalan dengan pelan. Namun Delio dengan cepat meraih tangannya hingga Ailee jatuh kedalam pelukannya. "Jangan menahannya. Aku tahu, kenyataan ini sulit kamu terima" Ailee menumpahkan semua airmatanya dalam pelukan Delio. Tidak ada pawang yang bisa menahannya, semuanya tumpah. Airmatanya menjadi pengganti bibirnya untuk berbicara perihal sakit yang sedang melanda hatinya saat ini. Meski tidak lagi banyak pengunjung mengingat malam mulai larut, Namun, Ailee yang menangis dalam pelukan Delio mampu menarik perhatian dari beberapa pasang mata yang tersisa.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN