26 "Nanti malam aku jemput pukul tujuh, Jass." Jasmine yang sedang merapikan riasan di balik meja kerjanya, mengangkat wajah. Bray sudah pulang beberapa menit yang lalu. Davien tampak berdiri menjulang di depannya. "Aku tidak bisa, Davien. Aku ada janji makan malam dengan Benson." Jasmine menyimpan perlengkapan riasnya, berdiri dan siap melangkah menuju pintu. Namun Davien mengadang langkah Jasmine. "Oh, kalau begitu kita akan makan bertiga." Jasmine memandang wajah tampan yang sedang menyeringai licik itu dengan perasaan kesal. "Apa maumu, Davien?" Davien tersenyum menawan. "Makan malam berdua denganmu, Sayang, itu yang aku mau. Tapi kalau harus bertiga dengan i***t itu, aku tak masalah." "Sudah berapa kali kubilang, Benson bukan idot!" bentak Jasmine. "Menurutku dia i***t. Hanya

